Rabu, Agustus 4, 2021
Internasional

22 Pasukan Keamanan India Tewas setelah Penyergapan Persembunyian Militan Maois | Tribun

Seorang petugas keamanan Nepal mengawasi kerumunan pengendara sepeda motor untuk membeli bahan bakar di pom bensin di Kathmandu, 24 Desember 2004, selama blokade militan Maois yang tidak terbatas di ibu kota. Harga-harga melonjak karena orang Nepal menimbun makanan dan bahan bakar sebagai tanggapan atas blokade militan Maois yang tidak terbatas di ibu kota, kata pemerintah dan penduduk.


Tribun.website – Sekira 22 Pasukan Keamanan India dilaporkan tewas dan 30 lainnya cedera dalam baku tembak selama berjam-jam dengan militan Maois di hutan negara bagian Chhattisgarh timur.

Insiden ini merupakan yang paling mematikan dalam empat tahun belakangan.

Dilansir Tribunnews dari Al Jazeera, para pejabat mengatakan pada Minggu (4/4/2021), personel keamanan yang tergabung dalam CoBRA Pasukan Polisi Cadangan Pusat, Penjaga Cadangan Distrik, dan Satuan Tugas Khusus diserang pada Sabtu (3/4/2021) di Chhattisgarh.

“Kami dapat memastikan, 22 anggota pasukan India dibunuh oleh militan Maois,” kata pejabat senior pemerintah di Raipur, Ibu Kota Chhattisgarh.

Mereka dilaporkan tewas dalam baku tembak yang berlangsung selama empat jam di distrik perbatasan Sukma, sekira 540 kilometer selatan Raipur.

Om Prakash Pal, seorang pejabat senior polisi di Raipur mengatakan operasi penyisiran untuk melacak seorang anggota pasukan keamanan yang hilang sedang dilakukan.

Korban tewas adalah yang terburuk bagi pasukan keamanan India yang memerangi gerilyawan sayap kiri sejak 2017.

Baca juga: Imbas Embargo India, Pengiriman Vaksin Tertunda, Vaksinasi Covid-19 Tahap Ketiga Mulai Juni 2021

Seorang petugas keamanan Nepal mengawasi kerumunan pengendara sepeda motor untuk membeli bahan bakar di pom bensin di Kathmandu, 24 Desember 2004, selama blokade militan Maois yang tidak terbatas di ibu kota. Harga-harga melonjak karena orang Nepal menimbun makanan dan bahan bakar sebagai tanggapan atas blokade militan Maois yang tidak terbatas di ibu kota, kata pemerintah dan penduduk. (DEVENDRAM SINGH / AFP)

Informasi Intelijen

Petugas polisi senior DM Awasthi, ratusan polisi dan tentara paramiliter menggerebek tempat persembunyian di distrik Bijapur pada Sabtu (3/4/2021).

Penyerbuan tersebut dilancarkan setelah menerima informasi intelijen bahwa sejumlah besar militan Maois berkumpul di sana.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan