Minggu, September 26, 2021
Internasional

5 Roket Hantam Pangkalan Udara Irak, 2 Tentara Terluka | Tribun

Sebuah gambar yang diambil pada 5 Februari 2020 menunjukkan artileri self-propelled Suriah dan peluncur roket Katyusha yang ditempatkan di kota Tell Sultan, di provinsi Idlib barat laut Suriah. Pasukan rezim Suriah terus melakukan serangan di barat laut yang telah membuat setengah juta orang mengungsi, meskipun ketegangan dengan Turki meningkat.


Tribun.website – Sekira lima roket menghantam pangkalan udara militer Irak di Balad utara, Baghdad.

Pihak militer mengonfirmasi lewat pernyataan bahwa dua tentara Irak dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.

Pejabat keamanan mengatakan bahwa roket Katyusha jatuh di daerah pangkalan, yang menampung kontraktor AS dan tidak ada korban dilaporkan.

Melansir Al Jazeera, tidak ada kelompok yang segera mengklaim serangan tersebut pada Minggu (18/4/2021).

Baca juga: Presiden AS Joe Biden dan PM Irak Bahas Serbuan Serangan Roket di Baghdad

Baca juga: Pemboman di Irak: ISIS Akui Pihaknya Berada di Balik Serangan Bom Bunuh Diri Kembar di Baghdad

Sebuah gambar yang diambil pada 5 Februari 2020 menunjukkan artileri self-propelled Suriah dan peluncur roket Katyusha yang ditempatkan di kota Tell Sultan, di provinsi Idlib barat laut Suriah. Pasukan rezim Suriah terus melakukan serangan di barat laut yang telah membuat setengah juta orang mengungsi, meskipun ketegangan dengan Turki meningkat. (AFP)

Tetapi, kelompok bersenjata yang menurut beberapa pejabat Irak didukugn Irak, mengklaim insiden serupa di masa lalu.

Para pejabat AS menyalahkan milisi yang didukung Iran atas serangan roket reguler yang ditujukan ke fasilitas AS di Irak, termasuk Kedutaan Besar AS di Baghdad.

Serangan terakhir di pangkalan udara Balad terjadi pada 4 April 2021 kemarin.

Saat itu, sekira dua roket jatuh di daerah yang tidak banyak ditempat penduduk.

Pesawat F-16 ditempatkan di pangkalan udara dan beberapa perusahaan pemeliharaan hadir di sana, mempekerjakan staf Irak dan asing.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah drone bermuatan bahan peledak menargetkan pasukan koalisi pimpinan AS di dekat bandara Irak utara, menyebabkan kebakaran besar dan kerusakan pada sebuah gedung.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan