Selasa, Agustus 3, 2021
Internasional

62 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Terancam Harus Dibuang Jika Terbukti Terkontaminasi | Tribun

Foto ilustrasi Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson 17 November 2020.


Tribun.website – Setelah 15 juta dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson rusak, kini 62 juta dosis lainnya dilaporkan terancam dibuang jika terbukti terkontaminasi.

Pada bulan Februari lalu, para pekerja di sebuah pabrik yang dijalankan oleh Emergent BioSolutions – sebuah perusahaan bioteknologi Amerika yang dikenal memproduksi vaksin antraks – tanpa sadar mencemari sekitar 15 juta dosis vaksin Johnson & Johnson dengan AstraZeneca.

Dosis tersebut akhirnya rusak secara permanen, New York Times pertama kali melaporkan.

Kini, 62 juta dosis vaksin Johnson & Johnson yang telah dibuat di pabrik itu harus diperiksa untuk memastikan tidak terkontaminasi, lapor The Times.

Baca juga: Alami Reaksi Langka setelah Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, Pria di Virginia Masuk UGD

Baca juga: Hanya Sekali Suntik, WHO Beri Izin Penggunaan Darurat Vaksin Johnson & Johnson

Foto ilustrasi Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson 17 November 2020. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Jika terkontaminasi, vaksin itu juga harus dibuang.

Pabrik tersebut telah menghasilkan setidaknya 150 juta dosis vaksin Johnson & Johnson secara total.

Tetapi belum ada dosis yang digunakan karena pabrik itu belum disertifikasi oleh regulator untuk mendistribusikan dosis ke publik, lapor The Times.

Mengenal Vaksin Covid-19 dari Johnson & Johnson, Hanya Butuh Satu Kali Suntikan

Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson telah mendapat izin penggunaan darurat oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada 27 Februari lalu.

Tidak seperti mRNA, vaksin dua dosis dari Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang satu ini membutuhkan hanya satu dosis.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan