Minggu, Agustus 1, 2021
Internasional

AS Kembali Beri Bantuan ke Palestina, Israel Kecewa | Tribun

AS Kembali Beri Bantuan ke Palestina, Israel Kecewa

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

Tribun.website, WASHINGTON — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan akan memberikan bantuan senilai 235 juta dolar AS kepada rakyat Palestina.

AS memulai kembali pendanaan untuk badan PBB yang mendukung pengungsi (UNRWA) dan memulihkan bantuan lain yang dihapus oleh Presiden Donald Trump saat itu.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (8/4/2021), paket itu, termasuk bantuan kemanusiaan, ekonomi, dan pembangunan, dirinci oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sebagai bagian dari upaya untuk memperbaiki hubungan Amerika dengan rakyat Palestina yang semuanya sempat hilang selama masa jabatan Trump.

Ini menandai langkah Presiden Joe Biden yang paling signifikan sejak menjabat pada 20 Januari lalu untuk merealisasikan janjinya yang baik mengembalikan beberapa bagian dari pendekatan pendahulunya dari Partai Republik yang dikecam palestina sebagai sangat bias mendukung Israel.

Baca juga: Presiden AS Joe Biden Tak Berminat Selesaikan Konflik Israel-Palestina

“Bantuan AS ini terdiri dari 150 juta dolar AS melalui badan bantuan PBB UNRWA, 75 juta dolar AS berupa bantuan ekonomi dan pembangunan AS dan 10 juta dolar AS untuk program pembangunan perdamaian,” kata Blinken dalam sebuah pernyataan.

Pembantu Biden itu juga telah memberi sinyal bahwa mereka ingin membangun kembali tujuan negosiasi dalam konflik Israel-Palestina.

Baca juga: Liga Arab dan Palestina Kutuk Pembukaan Kantor Diplomatik Ceko di Yerusalem

Tetapi langkah-langkah besar lebih lanjut kemungkinan akan menunggu debu dibersihkan setelah pemilihan Umum Maret Israel yang tidak meyakinkan, yang akan diikuti oleh pemilu Palestina yang dijadwalkan dalam beberapa bulan mendatang.

Pemerintahan Trump memblokir hampir semua bantuan setelah memutuskan hubungan dengan Otoritas Palestina pada 2018.

Baca juga: Israel dan AS Murka, Pengadilan Kriminal Internasional Bakal Selidiki Kejahatan Perang di Palestina

Pemotongan itu muncul setelah para pemimpin Palestina memutuskan untuk memboikot upaya perdamaian pemerintahan Trump atas keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan Besar AS di sana dari Tel Aviv, meningkatkan kebijakan Amerika selama beberapa dekade.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan