Badan Kesehatan di Amerika Jelaskan Mengapa Beberapa Orang Terinfeksi Covid-19 meski Sudah Divaksin | Tribun

oleh -0 views
Dr Andy Wakeman menyiapkan dosis vaksin Oxford / AstraZeneca Covid-19 saat anggota masyarakat menunggu untuk menerima dosis vaksin di katedral Lichfield, yang telah diubah menjadi pusat vaksinasi sementara, di Lichfield, Inggris tengah pada 18 Maret 2021.


Tribun.website – Pejabat kesehatan di Washington mengumumkan pihaknya tengah menyelidiki laporan “kasus terobosan” Covid-19 yang tercatat di seluruh Amerika Serikat.

Seperti yang dilansir Newsweek, “kasus terobosan” merujuk pada orang yang tertular virus corona meskipun telah menerima vaksinnya lebih dari dua minggu sebelumnya.

Para ilmuwan mengatakan insiden tersebut jarang terjadi, tetapi diprediksi akan terjadi dalam program vaksinasi massal.

Meskipun vaksin telah terbukti bisa mencegah Covid-19 dalam uji klinis, vaksin tersebut tidak 100 persen efektif.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa (30/3/2021), Departemen Kesehatan Washington mengatakan 1 juta orang di negara bagian itu telah divaksinasi penuh.

Baca juga: Hasil Uji Coba: Vaksin Covid-19 Pfizer Terbukti 100% Efektif untuk Anak 12-15 Tahun

Baca juga: Alami Reaksi Langka setelah Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, Pria di Virginia Masuk UGD

Dr Andy Wakeman menyiapkan dosis vaksin Oxford / AstraZeneca Covid-19 saat anggota masyarakat menunggu untuk menerima dosis vaksin di katedral Lichfield, yang telah diubah menjadi pusat vaksinasi sementara, di Lichfield, Inggris tengah pada 18 Maret 2021. (Oli SCARFF / AFP)

Dari jumlah tersebut, terdapat bukti bahwa 102 orang terjangkit Covid-19 setelahnya.

Sebagian besar dari 102 kasus terobosan, yang teridentifikasi sejak 1 Februari, menunjukkan gejala ringan atau bahkan tidak ada gejala sama sekali.

Namun delapan orang dirawat di rumah sakit.

Umair Shah, sekretaris kesehatan Washington, mengatakan dalam sebuah pernyataan:

“Penting untuk diingat bahwa setiap vaksin di pasaran saat ini mencegah penyakit parah dan kematian dalam banyak kasus.”



Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *