Sabtu, September 25, 2021
Populer

‘Bak Diinjak 100 Gajah’ Inilah Akibat Fatal Jika Awak KRI Nanggala Nekat Renang saat Kapal Tenggelam | Tribun


Tribun.website – Muncul banyak pertanyaan mengapa awak KRI Nanggala 402 tak nekat berenang keluar saat kapal mulai tenggelam.

Siapa sangka, jawaban untuk pertanyaan di atas tak semudah seperti yang dibayangkan.

Ada alasan khusus mengapa para awak KRI Nanggala 402 tak nekat berenang keluar saat kapal mulai tenggelam.

Bahkan jika hal itu nekat dilakukan para awak KRI Nanggala 402, akibatnya pun sangat fatal.

Seperti diketahui, kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak di perairan utara Bali sejak 21 April 2021.

Kapal selam KRI Nanggala 402 hilang saat sedang menjalani latihan.

Baca juga: PILU, Ini Potret 6 Temuan Barang Milik KRI Nanggala 402, Pipa Pendingin Hingga Alas Sholat Milik ABK

Baca juga: DITINGGAL saat Hamil, Istri Awak Nanggala Pilu, WA Suami Centang Satu: Pulang Pa, Perut Adek Nyeri

Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu.
Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. (KOMPAS.com CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO)

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan bahwa kapal selam menghilang tidak lama setelah diberikan izin menyelam dan diperkirakan berada di palung dengan kedalaman 700 meter di bawah permukaan air.

KRI Nanggala yang hilang membawa 53 awak kapal dengan cadangan oksigen yang hanya bisa bertahan selama 72 jam.



TNI telah mengerahkan banyak KRI lain untuk melakukan penyelamatan terhadap 53 awak kapal tersebut.

Lalu mengapa para awak kapal selam tidak keluar dari pintu emergency dan berenang ke luar untuk menyelamatkan dirinya sendiri?





Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan