Internasional

Biden Ungguli Trump, Gejolak Masyarakat AS terhadap Hasil Pilpres Dinilai Tak Sebesar di Indonesia | Tribun

Akademisi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Lukman Fahmi


Tribun.website – Gejolak masyarakat Amerika Serikat (AS) menyikapi hasil pemilihan presiden (Pilpres) 2020 dinilai tidak akan sebesar di Indonesia.

Hal ini diungkapkan  akademisi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Lukman Fahmi.

“Kalau gejolak mungkin ada di beberapa negara, namun tidak segampang di Indonesia yang turun ke jalan dan sebagainya,” ungkap Lukman dalam program Tribunnews on Cam, Rabu (4/11/2020) malam.

Menurutnya, warga AS akan lebih memilih jalur resmi dibanding turun ke jalan.

“Mereka cukup dewasa untuk kemudian memberikan petisi, saran, kritik, atau usul melalui jalur yang resmi.”

“Bukan berarti kalau calon mereka kalah kemudian turun ke jalan,” ungkapnya.

Akademisi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Lukman Fahmi (Tribunnews)

Baca juga: 5 Cuitan Kontroversial Donald Trump Saat Pemilu Presiden AS, Sebut Hasil Pemungutan Suara Penipuan

Dikutip dari USA Today, Joe Biden telah mendapatkan 264 suara dalam electoral votes.

Sedangkan Donald Trump mendapatkan 214 suara.

Diketahui masih ada 60 electoral votes yang belum masuk.

Dengan demikian, Biden hanya butuh 6 suara elektoral lagi untuk mencapai 270 suara elektoral, total suara yang disyaratkan bagi kandidat untuk melenggang ke Gedung Putih.

Perolehan electoral votes Joe Biden dan Donald Trump
Perolehan electoral votes Joe Biden dan Donald Trump (USA Today)

Baca juga: Desa Leluhur Kamala Harris di India Gelar Festival Meriah Rayakan Keunggulan Joe Biden



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan