Sabtu, September 25, 2021
Internasional

Covid-19: Para petugas pemakaman di Spanyol mogok kerja lantaran jenazah bertambah | Tribun

A mobile testing site in Italy


Para petugas pemakaman di Spanyol melakukan aksi mogok kerja, guna menuntut penambahan staf karena jumlah kematian akibat Covid-19 terus meningkat.

Serikat pekerja mengatakan, penambahan tenaga kerja dibutuhkan untuk mencegah terjadinya penundaan penguburan jenazah seperti yang terjadi pada gelombang pertama pandemi pada Maret lalu.

Eropa saat ini sedang bergelut dengan gelombang kedua menyusul jumlah kasus dan kematian yang terus meningkat akibat virus corona.

Sejumlah negara memberlakukan langkah-langkah baru seperti jam malam dan karantina wilayah sebagai upaya untuk menurunkan angka penularan.

Pada Sabtu (31/10) kemarin, Austria dan Portugal menjadi negara yang paling buncit mengumumkan aturan pembatasan yang baru.

Para pekerja di rumah duka seluruh Spanyol mengambil bagian dalam mogok kerja pada Minggu (01/11). Aksi mogok ini bertepatan pada Hari Semua Orang Kudus, saat keluarga berziarah ke makam para kerabat yang sudah meninggal.

Salah satu rumah duka di Madrid mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa dibutuhkan 15-20 pekerja untuk menangani lonjakan kematian. Pada Jumat (30/10) lalu, menteri kesehatan mengkonfirmasi kematian 239 orang karena virus corona.

Pada Maret lalu, penguburan jenazah mengalami penundaan sekitar seminggu dan kremasi dilakukan di kota-kota yang jauhnya ratusan mil, karena rumah duka berjuang untuk memenuhi banyaknya permintaan.

Spanyol mencatat lebih dari 1,1 juta kasus positif Covid-19 dan 35.800 jumlah kematian sejak wabah terjadi, berdasarkan data Universitas Johns Hopkins.

EPA
Italy’s health minister said rising infection rates were “terrifying”

Di sisi lain, di Prancis, Menteri Dalam Negeri, Gérald Darmani, telah bereaksi keras menyusul laporan sekelompok pelajar di sekolah kepolisian nasional Nimes, mengadakan pesta pora akhir minggu lalu.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan