Gakkum LHK Wilayah Kalimantan Nilai Jumardi Sengaja Jual Burung Bayan yang Dilindungi | Tribun

oleh -3 views
Gakkum LHK Wilayah Kalimantan Nilai Jumardi Sengaja Jual Burung Bayan yang Dilindungi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Puluhan orang dari berbagai element masyarakat mendatangi Polda Kalbar untuk menuntut bebas Jumardi, warga Kabupaten Sambas yang ditangkap beberapa waktu lalu karena menjual burung bayan yang dilindungi, Kamis 18 Maret 2021.

Bambang, Perwakilan Masa dari  Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak berharap, aparat penegak hukum dapat mengedepankan rasa kemanusiaan dalam menegakkan hukum terhadap Jumardi, karena pihaknya menilai Jumardi menjual burung itu atas ketidaktahuannya yang disebabkan kurangnya sosialisasi atas satwa yang dilindungi dari instansi terkait.

Atas aksi tersebut, Kompol Karmel Efendi Tambunan, Kasi Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar yang menerima para peserta aksi menyampaikan bahwa atas kasus Jumardi, pihaknya sudah melimpahkan berkas ke Kejaksaan Tinggi.

Baca juga: Tuntut Jumardi Bebas Tanpa Syarat, Puluhan Orang Gelar Aksi di Polda dan Kajati Kalbar

“Sekarang berkas perkara sedang dipelajari Kejaksaan Tinggi, dan sekarang sedang diteliti disana,”ujarnya.

Terhadap Jumardi, dikatakannya saat ini memang masih ditahan di Polda Kalbar, dan bilamana pihak keluarga ingin melakukan penangguhan penahanan hal tersebut dapat dilakukan, namun harus sesuai dengan prosedur yang ada.

PPNS Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan Syarif Iskandar SH menjelaskan, berkas perkara atas kasus Jumardi sudah diperbaiki dan dilengkapi secara formil dan materil, selain itu, alat bukti pun disampaikannya sudah cukup atas kasus penjualan burung ini, sehingga seluruh berkas sudah diserahkan ke jaksa penuntut umum Kejakti Kalbar.

“Kita masih menunggu sikap, bilamana nanti menurut JPU sudah lengkap, maka kami akan menyarahkan tersangka dan barang bukti,” ujarnya.¬†

Kasus Jumardi, Syarif Iskandar menekankan bahwa Jumardi telah tertangkap tangan membawa burung yang dilindungi undang – undang Permen LHK Nomo 106 Tahun 2008.

Kemudian, Jumardi pun telah mengakui bahwa melakukan penangkapan sendiri terhadap burung-burung itu di daerah Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya.

“Sudah tiga kali, dan dia memperdagangkan itu pertama tanggal 27 Juli 2020, 18 September 2020, dan dia menjual melalui kaum Facebook yang disamarkan,” ungkapnya.

“Ini kalau saya lihat, bukan dia tidak mengerti, dia sudah menggunakan jaringan internet, seharusnya dia mendownload, mencari informasi bahwa ini dilindungi atau tidak. Dan mengapa dia berdagang ini secara sembunyi-sembunyi, pastikan dia ada unsur kesengajaan,” jelasnya.

Syarif menegaskan, dalam menetapkan tersangka pihaknya telah sesuai prosedur, pertama berdasar dua alat bukti yang cukup serta saksi, begitu pula dengan penangkapan dan penahanan. (*)





Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *