Hanami di Jepang Langgar Aturan, Kasus Covid-19 di Tokyo Meningkat Lagi Jadi 430 Orang Per Hari | Tribun

  • Whatsapp
Masyarakat Jepang ber-hanami di taman Ueno di Tokyo serta papan larangan bagi pengunjung (kanan).


Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

Tribun.website, TOKYO – Jumlah warga Tokyo yang terinfeksi Covid-19 per hari meningkat menjadi 430 orang dari sebelumnya yang hanya 200 sampai 300 orang per hari.

Peningkatan jumlah kasus Covid-19 ini disebabkan banyaknya masyarakat yang menikmati bunga sakura (hanami) meski telah dilarang oleh ahli infeksi menular Jepang.

“Disiplin para anak muda Jepang sudah jauh menurun, termasuk mungkin juga lelah berdiam diri selama dua bulan di rumahnya selama ini. Kebetulan Sakura bermekaran penuh, tak bisa menahan emosinya lagi langsung menggelar tiker di bawah pohon Sakura,” papar Akiko Kobayashi, seorang warga Tokyo kepada Tribunnews.com, Sabtu (27/3/2021).

Banyak orang mengunjungi Taman Ueno di Tokyo, dimana sakura mekar penuh pada tanggal 27 Maret ini, akhir pekan pertama sejak keadaan darurat di masing-masing dari tiga prefektur telah dicabut, dan menikmati pemandangan bunga sakura sambil berjalan.

Taman Ueno Tokyo, dipenuhi dengan pengunjung yang melihat bunga sakura.

Masyarakat Jepang ber-hanami di taman Ueno di Tokyo serta papan larangan bagi pengunjung (kanan). (Koresponden Tribunnews/Richard Susilo)

Di taman, jalan utama dibuat sepihak satu jalur untuk mengurangi kontak antara orang-orang sebagai tindakan pencegahan infeksi, dan pengunjung berjalan sambil menyaksikan bunga sakura bermekaran penuh.

Selain itu, setiap tahun, stiker bertuliskan “Tidak ada perjamuan” dipasang dengan interval sekitar 3 meter untuk mencegah orang memasuki tempat itu untuk menggelar tikar atau plastik tempat duduknya.

“Saya pikir semua orang akan keluar akhir pekan ini karena bunga sakura sangat indah. Saya rasa jumlah orang yang terinfeksi corona tidak akan berkurang jika ada begitu banyak orang. Saya khawatir sekali sebenarnya,” kata seorang wanita berusia 60-an tahun yang datang untuk mengambil foto bunga yang sedang mekar penuh.

Menurut kantor pengelola taman, Taman Ueno Tokyo mekar penuh hari ini, dan jumlah pengunjung meningkat dibandingkan minggu lalu.

Baca juga: Kasus Penipuan Investasi Emas di Indonesia, Oknum Polisi Jepang Pembocor Informasi Bunuh Diri

Baca juga: Menhan Jepang Ingin Bertukar Pendapat dengan Prabowo tentang Isu-isu di Laut China Timur dan Selatan

“Tahun ini, kami tidak menyalakan lampu di malam hari agar tidak memaksakan makan dan minum, jadi kami menyerukan tindakan seperti memakai masker dan agar pengunjung menghindari kerumunan. Bahkan kami meminta agar mereka terus berjalan dan melihat bunga sakura, tidak berhenti di tempat,” katanya.

Namun di beberapa taman, larangan untuk berhanami menggelar plastik untuk duduk, diindahkan banyak warga dan taman pun jadi tempat berhanami banyak orang Sabtu (27/3/2021) ini.

Tak hanya berhanami, mereka juga bercerita dengan suara keras satu sama lain, meskipun juga memakai masker.
Namun saat minum bir tanpa masker dan kelihatan pula beberapa orang yang telah mabuk bersuara keras tanpa masker sambil melanjutkan minum birnya.

Sementara itu telah terbit buku baru “Rahasia Ninja di Jepang” berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com



Sumber Berita

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *