Senin, September 20, 2021
Regional

Ibu Mahasiswa IAIN Bone yang Tewas Usai Diksar Mapala: Tidak Ada Sekali Sifat Kemanusiaannya | Tribun


Tribun.website – Tewasnya mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Watampone, Bone bernama Irsan (19) menyisakan duka yang mendalam di hati keluarganya, terutama sang ibu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Irsan tewas setelah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) mahasiswa pecinta alam (mapala) kampusnya.

Hasil visum mengungkap korban mengalami kekerasan fisik.

Ibu korban, Hasirah mengaku tindak kekerasan yang menimpa anaknya sungguh tidak memiliki sifat kemanusiaan.

“Tidak ada sekali sifat kemanusiaannya,” ucapnya.

Baca juga: Seorang Mahasiswa Diduga Dianiaya hingga Tewas saat Ikuti Diksar Mapala, 16 Orang jadi Tersangka

Suasana saat jenazah Irsan akan dikebumikan, Senin (15/3/2021)
Suasana saat jenazah Irsan akan dikebumikan, Senin (15/3/2021) (TRIBUN TIMUR/KASWADI)

Saudara korban, Irmawati mengatakan, Irsan berangkat Diksar pada Jumat (5/3/2021).

Ia baru kembali dari Diksar pada Sabtu (13/3/2021) pukul 00.00 Wita.

Irmawati menerangkan, korban pulang ke rumah dalam kondisi lemas. Ditemukan banyak luka di tubuhnya.

“Memar dan lebam. Bengkak badannya. Kuku ibu kakinya juga terkelupas,” katanya Senin (15/3/2021).

Selama beberapa hari terakhir, kata Irmawati, Irsan hanya bisa terbaring. Kondisi tubuhnya menurun.





Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan