Internasional

Israel Undang Biden ke Yerusalem di Tengah Tuntutan Palestina Cabut Perpindahan Kedutaan | Tribun

Israel Undang Biden ke Yerusalem di Tengah Tuntutan Palestina Cabut Perpindahan Kedutaan

Tribun.website, YERUSALEM –  Presiden Israel Reuven Rivlin mengucapkan selamat kepada mantan wakil presiden Joe Biden yang memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).

Hal itu disampaikan Presiden Israel dalam video yang diposting ke media sosial pada Minggu (9/11/2020) seperti dilansir Alarabiya, Senin (9/11/2020).

Reuven Rivlin juga mengundang Biden ke Yerusalem di tengah laporan bahwa

Pemimpin Palestina akan meminta Biden untuk mencabut pengakuan Amerika atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Saya senang menyambut Anda di Yerusalem sebagai Wakil Presiden dan saya berharap dapat menyambut Anda kembali di Yerusalem sebagai Presiden Amerika Serikat,” kata Rivlin.

Baca juga: Belum Ucapkan Selamat kepada Joe Biden, Rusia: Presiden Putin Masih Tunggu Hasil Resmi Pemilu AS 

Ia menyebut Biden sebagai “teman lama Israel.”

Undangan itu muncul ketika media Israel melaporkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan meminta Biden untuk membalikkan keputusan pemerintahan Trump untuk memindahkan kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Langkah itu sebagai pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Warga Palestina, negara-negara Arab, dan banyak negara lain mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina, dimanaYerusalem dibagi dua, dengan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara Palestina di masa mendatang.

Surat kabar Israel terkemuka, Israel Hayom, melaporkan pada Minggu, seorang anggota senior staf Abbas mengatakan presiden Palestina akan meminta Biden untuk memindahkan kedutaan Besar AS ke Tel Aviv.

Kedutaan Besar AS di Yerusalem dibuka pada Mei 2018, meskipun para pemimpin Palestina memperingatkan langkah itu akan membatalkan peran Washington sebagai mediator konflik Israel-Palestina.

“Dengan langkah ini, pemerintahan AS telah membatalkan perannya dalam proses perdamaian dan telah menghina dunia, rakyat Palestina dan bangsa Arab dan Islam. Dan itu telah menciptakan hasutan dan ketidakstabilan,” kata juru bicara Abbas Nabil Abu Rdeineh saat itu.

Namun, Biden mengatakan pada April lalu, ia akan menjaga kedutaan AS di Yerusalem, jika terpilih sebagai presiden.

Bahkan Biden akan membuka kembali konsulat AS di Yerusalem Timur, yang ditutup oleh pemerintahan Trump pada 2019 lalu. (Alarabiya/AFP). 



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan