Jerman Batasi Penggunaan AstraZeneca untuk Usia di Bawah 60 Tahun karena Laporan Pembekuan Darah | Tribun

oleh -2 views
Seorang perawat menyusun jarum suntik dengan persiapan dari Astrazeneca dalam latihan GP Axel Stelzner. Untuk proyek percontohan, praktik di Lichtentanne dan 38 praktik GP lainnya di Saxony melanjutkan vaksinasi dengan vaksin anti-korona. Model praktik yang dipilih bertindak sebagai pos terdepan dari pusat vaksinasi. Asosiasi Praktisi Umum Saxon telah menyerukan untuk jangka waktu yang lebih lama bagi para dokter di praktik swasta untuk lebih terlibat dalam kampanye vaksinasi.


Tribun.website – Pejabat Kesehatan Jerman pada Selasa (30/3/2021), sepakat untuk membatasi penggunaan vaksin virus corona dari AstraZeneca pada orang di bawah usia 60 tahun.

Keputusan ini dikeluarkan pihak berwenang di tengah kekhawatiran atas laporan pembekuan darah pada sejumlah kecil orang, yang menerima suntikan vaksin AstraZeneca.

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn dan pejabat negara sepakat untuk hanya memberikan vaksin kepada orang berusia 60 atau lebih.

AstraZeneca akan diberikan bagi mereka yang termasuk dalam kategori berisiko tinggi untuk penyakit serius dari Covid-19, dan telah setuju untuk mengambil vaksin meskipun risiko kecil efek samping yang serius.

“Singkatnya, ini tentang menimbang risiko efek samping yang secara statistik kecil, tetapi perlu ditanggapi dengan serius, dan risiko jatuh sakit akibat Corona,” kata Spahn kepada wartawan di Berlin.

Dilansir dari AP News, langkah tersebut mengikuti rekomendasi dari panel ahli vaksin independen Jerman dan dilakukan setelah regulator medis negara itu merilis data baru, yang menunjukkan peningkatan kasus gumpalan darah yang tidak biasa di kepala penerima AstraZeneca baru-baru ini.

Baca juga: ITAGI Rekomendasikan Interval Penyuntikan Dosis Vaksin AstraZeneca 8 Minggu

Baca juga: Tak Ada Laporan KIPI Berat, Kemenkes: Penyuntikan Vaksin Covid-19 AstraZeneca Tetap Berjalan

Seorang perawat menyusun jarum suntik dengan persiapan dari Astrazeneca dalam latihan GP Axel Stelzner. Untuk proyek percontohan, praktik di Lichtentanne dan 38 praktik GP lainnya di Saxony melanjutkan vaksinasi dengan vaksin anti-korona. Model praktik yang dipilih bertindak sebagai pos terdepan dari pusat vaksinasi. Asosiasi Praktisi Umum Saxon telah menyerukan untuk jangka waktu yang lebih lama bagi para dokter di praktik swasta untuk lebih terlibat dalam kampanye vaksinasi. (ENDRIK SCHMIDT / DPA-ZENTRALBILD / DPA PICTURE-ALLIANCE MELALUI AFP)

Berita tersebut merupakan pukulan keras bagi perusahaan vaksin AstraZeneca.

Laporan ini beredar kurang dari dua minggu setelah regulator obat Uni Eropa (UE) mengatakan, vaksin tersebut tidak meningkatkan insiden penggumpalan darah secara keseluruhan, menyusul ketakutan serupa.

European Medicines Agency mengatakan pada saat itu bahwa manfaat vaksinasi lebih besar daripada risikonya.

Tetapi, European Medicines Agency tidak dapat mengesampingkan hubungan antara suntikan dan beberapa jenis gumpalan yang tidak biasa.



Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *