Joe Biden Bersiap Masuk Gedung Putih, Donald Trump Sibuk dengan Gugatan Hukumnya | Tribun

  • Whatsapp
Ekspresi lesu Presiden AS Donald Trump saat mengepalkan tinjunya setelah berbicara pada malam pemilihan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, 4 November 2020. Orang dalam Gedung Putih mengungkapkan, di balik ngototnya Trump menolak hasil Pilpres AS, Trump dilanda ketakutan akan dipenjara bila ia tidak jadi presiden karena begitu banyaknya tuntutan hukum terhadapnya.


Tribun.website – Presiden terpilih Joe Biden merencanakan pertemuan pada hari Rabu (11/11/2020) waktu setempat untuk membicarakan dasar pemerintahan barunya.

Sementara itu, dilansir Reuters, Presiden Donald Trump masih sibuk mengejar tuntutan hukum yang menentang hasil pemilu dalam upaya untuk mempertahankan kekuasaannya.

Tuduhan Trump yang minim bukti sejauh ini tidak mendapatkan banyak sorotan.

Kampanye Trump mengatakan pada hari Selasa (10/11/2020) bahwa mereka berencana untuk mengajukan gugatan di Michigan untuk menghentikan negara bagian itu dari mengesahkan hasil pemilihan.

Sehari sebelumnya, mereka melakukan tindakan serupa di negara bagian medan pertempuran Pennsylvania.

Para hakim sejauh ini melempar-lempar tuntutan hukum di Michigan dan Georgia yang dibawa oleh kampanye Trump.

Baca juga: 26 Crazy Rich di Balik Presiden AS Terpilih Joe Biden, Steven Spielberg hingga Istri Pendiri Apple

Baca juga: Menlu AS Mike Pompeo Tolak Akui Kemenangan Joe Biden sebagai Presiden Terpilih

Ekspresi lesu Presiden AS Donald Trump saat mengepalkan tinjunya setelah berbicara pada malam pemilihan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, 4 November 2020. Orang dalam Gedung Putih mengungkapkan, di balik ngototnya Trump menolak hasil Pilpres AS, Trump dilanda ketakutan akan dipenjara bila ia tidak jadi presiden karena begitu banyaknya tuntutan hukum terhadapnya. (MANDEL NGAN / AFP)

Para ahli hukum mengatakan bahwa litigasi tersebut memiliki sedikit peluang untuk mengubah hasil pemilu 3 November.

Trump juga mengalami kemunduran lain.

Partai Demokrat mengatakan seorang pekerja pos yang sebelumnya mengaku menyaksikan perusakan surat suara di Pennsylvania, telah menarik kembali tuduhannya.

Sekitar 80% orang Amerika, termasuk setengah dari Partai Republik, mengatakan Biden adalah pemenang yang sah, menurut jajak pendapat Reuters / Ipsos yang dirilis pada hari Selasa.



Sumber Berita

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *