Kisruh Partai Demokrat, Herzaky kepada Kubu KLB : Stoplah Produksi Kebohongan | Tribun

oleh -3 views

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizki SandiSaputra

Tribun.website, JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyatakan, segala ungkapan dan narasi yang dilontarkan kubu Partai Demokrat versi Moeldoko cs hanyalah nyanyian sumbang para mantan kader yang kecewa.

Hal itu diucapkan saat dirinya menepis ungkapan Moeldoko cs yang menyebut kalau Gedung DPP di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat adalah hasil mahar dari kegiatan Pilkada.

“Jelas itu hanya nyanyian sumbang dari mantan kader, udah jelas, kalau emang ada (buktinya) ya silakan buktikan saja,” kata Herzaky saat ditemui di Gedung DPP Partai Demokrat, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Pengamat: AHY Tak Antisipasi Kekecewaan Pendiri Demokrat Sejak Awal Memimpin

Oleh karenanya, dia menegaskan dan meminta kepada kubu yang disebutnya Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD) tersebut untuk berhenti melontarkan narasi yang tidak berdasarkan data dan fakta.

Karena katanya, kalau memang segala yang dikatakan tersebut benar dan sesuai data serta fakta, pihaknya meminta pembuktian terkait hal tersebut.

Baca juga: Ini Alasan Donal Fariz Mau Bergabung jadi Tim Kuasa Hukum Partai Demokrat

“Dan saya minta tolong mereka stop dong memproduksi kebohongan-kebohongan yang tidak mendasar data dan fakta, silakan kalau ada tunjukin saja buktinya.”

Herzaky memberikan contoh mengenai pernyataan dari kubu KLB yang mengatakan terdapat 80 persen pemilik suara sah yang datang ke KLB di Deli Serdang itu.

Padahal kata Herzaky, tidak ada sepersenpun pemilik suara sah dari Partai Demokrat yakni para ketua DPD dan ketua DPC yang hadir dalam KLB tersebut.

“Dia (kubu GPKPD) selalu bicara tapi ada fakta gak? Dia bicara misalkan 80 persen pemilik suara misalkan datang ke KLB, kenyataannya 80 persen 8 nya ilang tinggal 0 persen. Dia selalu klaim 1200 peserta (yang hadir) kenyataan yang datang hanya¬†400-500¬†itupun bukan pemilik suara,” kata Herzaky.



Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *