Minggu, September 26, 2021
Internasional

Korban Tewas dalam Tindakan Keras Pascakudeta Myanmar Lebih dari 300 Orang | Tribun

Demonstran di seluruh Myanmar menggelar aksi menyalakan lilin pada Rabu (24/3/2021) malam.


Tribun.website – Tindakan keras pascakudeta Myanmar telah menewaskan lebih dari 300 jiwa.

Terbaru, sekitar 34 nyawa menjadi korban dalam tindakan keras pasukanan keamanan terhadap protes anti-kudeta.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), yang melacak kematian dan penangkapan, mengatakan dalam laporan terbarunya pada Kamis (25/3/2021).

Dilansir Al Jazeera, AAPP mengatakan telah mendokumentasikan kematian tambahan di seluruh Myanmar termasuk Yangon, kota terbesar dan daerah etnis minoritas di perbatasan negara itu.

Di Mandalay, kota terbesar kedua di negara Myanmar, organisasi itu mengatakan seorang anak berusia 16 tahun tewas setelah ditembak di punggung dan beberapa ambulans juga ditembakkan.

Baca juga: Serangan Bom Molotov di Markas Partai Aung San Suu Kyi di Myanmar

Baca juga: Lagi, Sembilan Demonstran di Myanmar Tewas, Inggris dan AS Jatuhkan Sanksi pada Bisnis Militer

Demonstran di seluruh Myanmar menggelar aksi menyalakan lilin pada Rabu (24/3/2021) malam. Terbaru, Korban Tewas dalam Tindakan Keras Pasca Kudeta Myanmar Lebih dari 300 Orang.(Channel News Asia)

AAPP menambahkan, jumlah sebenarnya dari mereka yang terbunuh kemungkinan besar jauh lebih tinggi.

“Kejahatan terhadap kemanusiaan dilakukan setiap hari,” katanya.

AAPP menuturkan, tidak mungkin untuk memverifikasi insiden satu per satu.

Tindakan keras militer telah menimbulkan kemarahan dan memicu beberapa sanksi dari negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat.

Baca juga: Markas NLD Aung San Suu Kyi di Yangon Myanmar Dilempar Bom Molotov, Sebabkan Kebakaran

AS pada Kamis (23/3/2021) mengecam para jenderal atas kekerasan mereka setelah seorang gadis berusia 7 tahun tewas minggu ini, korban termuda dari tindakan keras tersebut .



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan