Senin, Oktober 25, 2021
Politik

Mayoritas Masyarakat Menilai Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia Alami Kemunduran | Tribun

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

Tribun.website, JAKARTA – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis survei terbaru bertema Evaluasi Publik terhadap Penanganan Pandemi, Pelaksanaan Demokrasi dan Isu-isu Terkini.

Dalam surveinya, Indikator Politik Indonesia menemukan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat pada pelaksanaan demokrasi (democratic satisfaction) di Indonesia terus menurun.

Berdasarkan survei bulan September 2021, bahwa masyarakat yang menyatakan puas pada pelaksanaan demokrasi saat ini hanya 47,6 persen dan yang tidak puas 44,1 persen.

Lebih lanjut lagi, responden yang puas dibagi dalam sangat puas 0,4 persen, dan cukup puas 47,1 persen. Sedangkan yang tak puas terdiri dari kurang puas 37,1 persen dan tidak puas sama sekali 7 persen. Sisanya responden yang tidak menjawab/tidak tahu tercatat 8,3 persen.

Baca juga: Survei Indikator: Vaksin Nusantara Lebih Dipercaya Masyarakat Ketimbang Vaksin Merah Putih, Mengapa?

“Ini temuan kita terhadap responden, saat ditanya bagaimana mereka yang tak puas pada pelaksanaan demokrasi di Indonesia itu naik tajam. Itu terlihat dari meningkatnya ketidakpuasan 32 ke 44 persen,” tutur Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers virtual, Minggu (26/9/2021).

Burhanuddin menambahkan meski sebenarnya masyarakat menaruh kepercayaan pada demokrasi cenderung kuat, ia tetap mengingatkan Presiden Joko Widodo agar lebih memperhatikan hal ini.

Presiden disebut sebagai epicentrum penting dalam survei yang ia teliti. Sebagai contoh, ia menilai permasalahan yang dialamatkan Jokowi belakangan ini sangat memperngaruhi tingkat kepercayaan masyarakat.

Baca juga: Survei: ABB Indonesia, Salah Satu Perusahaan Ternyaman untuk Bekerja di Asia

“Ya isu-isu saat ini sangat terpaku pada presiden karena ada sejumlah permasalahan yang menunjukkan ada kemunduran pelaksanaan demokrasi.

Salah satunya dengan memanggil seorang petani jagung bernama Suroto protes saat kunjungan presiden di Blitar beberapa waktu lalu.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan