Senin, September 27, 2021
Internasional

Media Jepang Beritakan Insiden Bom Bunuh Diri di Makassar, Tak Ada Korban Warga Negeri Sakura | Tribun

Lokasi dan kendaraan roda dua yang digunakan pelaku bom bunuh diri di depan pagar Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) malam. Pascaledakan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau lokasi ledakan bom bunuh diri. Adapun terduga pelaku bom bunuh diri ini pernah melaksanakan operasi di Jolo, Philipina, yang merupakan bagian dari kelompok Jemaah Ansarut Daulah (JAD) yang diamankan beberapa waktu lalu. Hingga saat ini aparat terus melakukan pengembangan. Tribun Timur/Sanovra Jr


Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

Tribun.website, TOKYO – Insiden bom bunuh diri yang terjadi di Makassar, Minggu (28/3/2021) pagi mendapatkan banyak perhatian dari berbagai media besar Jepang termasuk televisi Asahi dan NHK.

“Sebuah ledakan yang tampaknya merupakan terorisme di depan sebuah gereja di Pulau Sulawesi di Indonesia tengah menewaskan dua tersangka pelaku bom bunuh diri dan melukai 20 lainnya,” ungkap TV Asahi, Senin (29/3/2021) pagi.

Sekitar pukul 10.30 pada tanggal 28 Maret, demikian TV Asahi memberitakan, sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh dua orang di Makassar, Sulawesi, Indonesia, mencoba memasuki sebuah gereja Kristen dan dihentikan oleh seorang penjaga, dan tiba-tiba meledak.

Penyelidik melihatnya sebagai bom bunuh diri yang menargetkan gereja, dan ledakan tersebut menewaskan dua orang dengan sepeda motor dan melukai 20 orang yang mengunjungi gereja tersebut.

Presiden Joko Widodo mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, “Terorisme adalah kejahatan terhadap umat manusia dan tidak ada hubungannya dengan agama. Kami mengutuk keras terorisme ini,” ungkap Asahi.

Otoritas investigasi berencana menyelidiki dua pelaku bom bunuh diri tersebut secara detail, mengingat mereka terkait dengan organisasi ekstrem.

Di Indonesia, bom bunuh diri oleh organisasi ekstrem yang menargetkan gereja-gereja Kristen terjadi pada tahun 2018 yang mengakibatkan kematian dalam jumlah besar, ungkap TV Asahi.

Baca juga: Polisi terkait Bom Gereja Katedral Makassar: 2 Orang yang Mau Masuk Sempat Dicegat Security

Baca juga: Antar Korban Bom di Makassar ke RS, Saksi Mata: Pas Turun Ada Ibu-ibu Banyak Darah di Muka

“Kami sedang menyelidiki karena menurut kami itu ada kaitan dengan Paskah Kristen yang akan datang bulan depan, gereja Indonesia memperkuat keamanannya setelah ledakan tersebut,” ungkap TV NHK, Minggu (28/3/2021).

Menurut Kantor Konsuler Jepang yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian, terdapat sekitar 50 orang Jepang yang tinggal di Makassar.

Lokasi dan kendaraan roda dua yang digunakan pelaku bom bunuh diri di depan pagar Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) malam. Pascaledakan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau lokasi ledakan bom bunuh diri. Adapun terduga pelaku bom bunuh diri ini pernah melaksanakan operasi di Jolo, Philipina, yang merupakan bagian dari kelompok Jemaah Ansarut Daulah (JAD) yang diamankan beberapa waktu lalu. Hingga saat ini aparat terus melakukan pengembangan. Tribun Timur/Sanovra Jr (Tribun Timur/Sanovra Jr)

Namun sejauh ini tidak ada informasi bahwa ada yang terlibat dalam ledakan tersebut, artinya tidak ada korban warga Jepang di Makassar.

Sementara itu telah terbit buku baru “Rahasia Ninja di Jepang” berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan