Minggu, Agustus 1, 2021
Internasional

Menlu Retno Tagih Komitmen China Agar Tepat Waktu Kirimkan Vaksin Covid-19 | Tribun

Aturan Baru, Warga Amerika yang Telah Divaksin Covid-19 Bisa Bepergian

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

Tribun.website, JAKARTA – Isu terkait kerja sama vaksin turut menjadi salah satu yang dibahas oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam lawatannya ke Wu Yi, Provinsi Fujian, China pada Jumat (2/4/2021).

Kepada Menlu China Wang Yi, Menlu Retno menagih komitmen pemerintah Tiongkok tepat waktu dalam pengiriman vaksin covid-19 seperti yang sudah dijadwalkan.

“Indonesia mengharapkan agar pemerintah RRT akan terus memberikan dukungan agar pengiriman vaksin yang telah menjadi komitmen yang mengikat (binding commitment) dapat dilakukan sesuai jadwal yang ada,” kata Retno pada konferensi pers, Jumat (2/4/2021) petang.

Menlu Retno sangat menyayangkan munculnya berbagai pembatasan dan larangan ekspor negara-negara produsen vaksin dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Baca juga: Bukan Kali Pertama, Menlu Retno Kembali Tegaskan Prinsip RI Soal Kawasan Indo Pasifik ke China

Pembatasan dan larangan-larangan menurutnya sangat berpengaruh terhadap laju rantai pasok penyediaan vaksin bagi dunia, baik melalui jalur bilateral maupun melalui jalur multilateral.

“Jika pembatasan dan pelarangan ini terus terjadi, maka dikhawatirkan akan semakin lama dunia dapat lepas dari pandemi secara bersama dan akan semakin lama pemulihan ekonomi dapat dilakukan secara bersama,” ujar Retno.

Sebagai salah satu co-chairs dari COVAX AMC Engagement Group, Retno merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyerukan kerja sama agar kesetaraan akses terhadap vaksin untuk semua negara dapat terlaksana.

Menlu Retno kembali membahas upaya penguatan kerja sama vaksin tersebut dengan Menlu Wang Yi, maupun langsung dengan para produsen vaksin di Tiongkok, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

“Selain membahas kerja sama jangka pendek, kita juga membahas kerja sama vaksin dalam konteks jangka panjang. Yaitu untuk menjadikan Indonesia sebagai hub vaksin di Asia Tenggara,” ujarnya.

Indonesia mengusulkan antara lain kerja sama penguatan riset pengembangan vaksin, pengembangan industri bahan baku dan peningkatan kapasitas produksi vaksin nasional.

Ia menegaskan ide yang diusulkan Indonesia itu masih di tahap awal.

“Semua ide ini akan kita bahas lebih lanjut. Tetapi secara prinsip RRT memberikan dukungan terhadap inisiatif ini,” ujarnya.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan