Politik

Menteri dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jokowi Berebut Kursi Ketum PPP | Tribun


Tribun.website, JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan melaksanakan muktamar ke-IX pada 19-21 Desember 2020, untuk menentukan ketua umum periode selanjutnya.

Wakil Ketua Steering Committee Muktamar PPP ke IX mengatakan, hingga saat ini baru dua orang yang menyatakan maju sebagai calon ketua umum partai berlambang Ka’bah.

“Calon internal yang sudah menyatakan maju, ada dua figur yaitu Suharso Monoarfa (Menteri PPN/Kepala Bappenas) dan Mardiono (Wantimpres),” ujar Syaiful saat dihubungi, Jakarta, Senin (2/11/2020).

Suharso Monoarfa (memakai jaket hijau) dan rombongan habis turun dari jet pribadi. (istimewa)

Sementara dari eksternal yang diusulkan DPC maupun DPW PPP, seperti Khofifah Indar Parawansa dan Sandiaga Uno belum menyatakan secara resmi kesediaannya menjadi calon ketua umum PPP.

Syaiful menjelaskan, pemilihan ketua umum PPP dapat dilakukan secara langsung one man one vote dengan satu utusan satu suara atau melalui sistem formatur.

“Dua cara tersebut diserahkan sepenuhnya kepada peserta Muktamirin,” ucap Anggota Komisi I DPR itu.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono saat pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Presiden resmi melantik sembilan orang Wantimpres periode 2019-2024. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono saat pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Presiden resmi melantik sembilan orang Wantimpres periode 2019-2024. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya, kata Syaiful, jika ketua umum berasal dari fusi Nahdlatul Ulama (NU), maka sekretaris jenderalnya dari Parmusi atau Muhammadiyah.

“Begitu juga sebaliknya mengingat PPP dilahirkan oleh empat fusi partai, yakni NU, Muslimin Indonesia, Syarikat Islam dan Perti. Keseimbangan komposisi tersebut sangat penting agar terjadi kekompakan antar fusi sebagai jati dirinya,” ujarnya.

“Diharapkan yang menjadi Ketua Umum dan Sekjen PPP mendatang adalah kader ideologis masing-masing fusi, bukan kader fusi yang biologis ataupun pengakuan,” sambung Syaiful.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan