Minggu, September 26, 2021
Internasional

Militer Myanmar Rayakan Hari Angkatan Bersenjata saat 114 Warganya Terbunuh dalam Sehari | Tribun

Massa menggelar aksi solidaritas untuk Myanmar di depan Gedung ASEAN, Jakarta Selatan, Jumat (12/3/2021). Dalam aksi solidaritas tersebut massa mengutuk keras terjadinya kudeta militer dan mendesak penegakan demokrasi serta perlindungan HAM di Myanmar. Tribunnews/Jeprima


Tribun.website – Sedikitnya 114 warga Myanmar tewas karena kekerasan junta militer tepat pada perayaan Hari Angkatan Bersenjata ke-76 di negara ini pada Sabtu (27/3/2021).

Jumlah korban yang jatuh dalam sehari menjadikan Sabtu lalu hari paling berdarah sejak kudeta militer pada 1 Februari.

Sebelumnya pada Jumat, media pemerintah memperingatkan pengunjuk rasa akan berisiko ditembak tepat di kepala dan punggung.

Meski ada ancaman, demonstran tetap membanjiri jalanan di Yangon, Mandalay, dan kota-kota lainnya.

Anak-anak termasuk di antara korban  tewas pada  Sabtu, menurut laporan dan saksi mata.

Baca juga: Korban Tewas dalam Tindakan Keras Pascakudeta Myanmar Lebih dari 300 Orang

Baca juga: Serangan Bom Molotov di Markas Partai Aung San Suu Kyi di Myanmar

Massa menggelar aksi solidaritas untuk Myanmar di depan Gedung ASEAN, Jakarta Selatan, Jumat (12/3/2021). Dalam aksi solidaritas tersebut massa mengutuk keras terjadinya kudeta militer dan mendesak penegakan demokrasi serta perlindungan HAM di Myanmar. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Dilansir Reuters, PBB mengatakan tentara Myanmar telah melakukan pembunuhan massal. 

Sabtu lalu merupakan pertempuran terberat sejak kudeta antara tentara dan kelompok etnis bersenjata yang menguasai sebagian besar negara.

Jet militer menewaskan sedikitnya tiga orang dalam serangan di sebuah desa yang dikendalikan kelompok bersenjata dari minoritas Karen, kata sebuah kelompok masyarakat sipil pada Minggu.

Sebelumnya faksi Serikat Nasional Karen mengatakan telah menyerbu sebuah pos militer di dekat perbatasan Thailand dan menewaskan 10 orang.

Serangan udara tersebut membuat penduduk desa melarikan diri ke hutan.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan