Politik

Nizar Dahlan Laporkan Suharso Minoarfa ke KPK, DPW PPP: Cari Panggung Jelang Muktamar | Tribun

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

Tribun.website, JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Selatan Agus Sutikno mempertanyakan motovasi Nizar Dahlan yang melaporkan Suharso Monoarfa ke KPK atas tudingan gratifikasi. 

Laporan itu selain tidak mendasar juga didorong oleh kepentingan yang tidak jelas dan politis.

Agus menegaskan, kepada seluruh kader partai agar tidak terjerumus dalam agenda seting yang tidak produktif. 

“Kami sudah cukup paham (motif Nizar Dahlan,red), kami sudah cukup mendapatkan banyak ilmu dari pelatihan-pelatihan baik LKKU, LKKM dan lain sebagainya,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Muncul dan Kritik Suharso Monoarfa Jelang Muktamar, Kader PPP Pertanyakan Sikap Nizar Dahlan

Oleh karena itu, Agus juga tidak akan mudah terpengaruhi kepada hal yang analisisnya dangkal dan tidak jelas. 

“Ini kan jelas, datang nya tiba-tiba yaitu jelang muktamar,” tegasnya. 

Agus mengatakan, apa yang disampaikan Nizar Dahlan tidak layak di dengar oleh para kader. 

Agus mengatakan sebagai kader yang dari hari ke hari berkiprah di PPP dirinya berpendapat yang pantas didengar adalah para senior-senior yang istiqoamah dalam mengelola partai.

Baca juga: Suharso Monoarfa Dilaporkan ke KPK Terkait Gratifikasi Bantuan Pesawat Pribadi

“Yang patut didengar adalah mereka yang ketika partai susah dia ada dan ketika senang juga ada,” katanya. 

Mereka yang ikut terlibar bagaimana perjuangan partai saat terjadi dualisme, kemudian bagaimana partai lolos verifikasi Parpol sebagai peserta Pemilu, menghadapi pemilu 2019 ketua umum terkena permasalahan hukum.

Baca juga: Menteri Hingga Gubernur Digadang Bakal Jadi Calon Ketua Umum PPP

“Kalau orang-orang yang begitu saja muncul dan ga jelas. Jadi mohon maaf, saya Ketua DPW Sumatera Selatan saya sama sekali tidak mau mendengar itu. Dalam istilah betawi itu akan membuang tempo saja. Membuang tenaga, membuang energi saja,” paparnya. 

Agus mengaku, selama dirinya masuk PPP pada tahun 2001, dari kader biasa hingga sekretaris wilayah bahkan saat ini menjadi Ketua DPW Sumsel belum pernah melihat Nizar Dahlan ikut berpartisipasi mengurusi partai. 

“Saya belum pernah pernah melihat ikut cawe-cawe ngurusi partai,” pungkasnya.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan