Pembangunan Rumah Dinas Kesehatan Hitadipa yang Dibakar Oknum TNI AD Direlokasi ke Sugapa | Tribun

oleh -3 views



Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

Tribun.website, JAKARTA – Pembangunan Rumah Dinas Kesehatan Hitadipa yang dibakar oknum TNI AD pada 19 September 2020 lalu direlokasi ke Sugapa.

Rencana relokasi ke Distrik Sugapa tersebut sudah diajukan kepada Bupati Intan Jaya dan Kepala Staf Angkatan Darat melalui Pangdam XVII Cenderawasih dengan pertimbangan situasi keamanan dan akses jalan menuju lokasi pembangunan sulit dilalui.

Letda Czi Mufti yang memimpin langsung Anggota Denzipur 12/OHH dalam pembangunan tersebut mengatakan sampai saat ini perkembangan proses pembangunan rumah dinas kesehatan di Sugapa sudah mencapai 24,28 .

Baca juga: Cerita Tentang Jalur Tikus Jalur Penyelundupan Senjata dan Amunisi KKB Papua, Dipakai Sejak 2006

Proses awal pembangunan di Sugapa dimulai pada 1 Maret 2021 lalu.

Kegiatan pembangunan rumah dinas di Sugapa menggunakan material baja ringan dikarenakan sulitnya mencari bahan material serta akses pengiriman bahan material hanya dapat menggunakan jalur udara saja.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat prajurit TNI AD melaksanakan pembangunan serta bersosialisasi dengan masyarakat sekitar untuk mempererat silaturahmi.

“Meskipun banyak kendala tetapi kami yakin dapat menyelesaikan pengerjaan rumah dinas kesehatan tersebut, apalagi rumah dinas tersebut dapat membantu mensejahterakan masyarakat di sana,” kata Mufti dalam keterangan resmi Penerangan Kodam XVII Cenderawasih pada Selasa (16/3/2021).

Baca juga: KKB Sandera Pilot dan Penumpang Susi Air di Papua, Pemicunya soal Jatah Dana Desa

Diberitakan sebelumnya proses pembangunan rumah dinas kesehatan di Hitadipa yang dibakar oknum TNI AD pada 19 September 2020 lalu terkendala sarana transportasi dan cuaca.

Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat (Kapusziad) Mayjen TNI Mohammad Munib menjelaskan sejak akhir November kemarin pihaknya telah memulai persiapan pengerahan pasukan pasukan Denzipur 12 Kodam XVII Cenderawasih yang ada di Nabire untuk pembangunan tersebut.

Namun, kata dia, baru pada 2 Desember 2020 sebagian alat, material, dan personel yang baru bisa tiba di Hitadipa.

Munib mengungkapkan satu di antara hambatan yang ditemui adalah minimnya sarana transportasi karena timnya harus tetap berbagi dengan masyarakat di sana.

Baca juga: Brimob Kirim 6 Polwan Terbaik Jaga Keamanan Papua dari Ancaman KKB

“Di sini juga untuk pengirimannya material, personel, dan alat dilakukan secara bertahap karena pesawatnya kecil dan kita juga harus berbagi dengan masyarakat setempat yang menggunakan sarana transportasi tersebut,” kata Munib saat konferensi pers di Markas Pusat Polisi Militer TNI AD pada Rabu (23/12/2020).

Kemudian, kata Munib, proses pergeseran personel dari Sugapa ke Hitadipa yang ditempuh dengan perjalanan darat terhambat cuaca sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.

“Sebetulnya kalau situasi normal itu empat jam tembus. Namun situasinya tidak normal yang berkaitan dengan alam yang tanahnya juga longsor, dan cuacanya mungkin saat ini juga penghujan dan sebagainya. Oleh karena itu baru pada tanggal 15 Desember kemarin pasukan yang kita berangkatkan dari Nabire tersebut baru bisa sampai di Hitadipa,” kata Munib.





Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *