Minggu, September 26, 2021
Internasional

Peringatan 26 Tahun Gas Beracun Sarin di Kasumigaseki Jepang: ‘Kesedihan Saya tidak akan Berkurang’ | Tribun

Shizue Takahashi (74) memberikan bunga ke pelataran upacara peringatan ke-26 gas sarin di stasiun bawah tanah Kasumigaseki, Sabtu (26/3/2021).


Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

Tribun.website, TOKYO – Masyarakat Jepang merayakan peringatan 26 tahun tragedi gas sarin di stasiun kereta api bawah tanah Kasumigaseki, Sabtu (20/3/2021) pagi waktu Jepang.

26 tahun lalu serangan gas beracun sarin, teror pertama di Jepang pada kereta bawah tanah yang dilakukan oleh Aum Shinrikyo (AS) kini bernama Aleph, menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang.

“Saya memiliki perasaan yang sama seperti 26 tahun yang lalu. Kesedihan saya tidak akan berkurang,” kata Shizue Takahashi (74) yang masih berduka, salah satu korban yang selamat dari peristiwa tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada pagi hari tanggal 20 Maret 1995.

Baca juga: Kendaraan Umum Tanpa Sopir Level 4 di Perkotaan Jepang akan Beroperasi Tahun 2025

Baca juga: Universitas Juntendo Jepang Kembangkan Alat Tes Covid-19 Lewat Indra Penciuman

Pada saat itu, para eksekutif kultus AS menusuk tas berisi gas sarin yang sangat beracun dengan payung dan menyemprotkannya ke dalam kereta api di tiga jalur yang melewati Stasiun Kasumigaseki.

Di stasiun yang sama, suami Shizue, Kazumasa saat itu berusia 50 tahun dan Tsuneo Hishinuma (saat itu 51 tahun) merupakan asisten dari gerbong kereta Yoyogi menjadi korban dan meninggal.

Pada pukul 08.00 pagi ini, waktu yang mendekati waktu kejadian 26 tahun lalu, 13 staf stasiun kereta api bawah tanah Kasumigaseki memberikan pesan diam, dan Kiji Ogawa (57), Pemimpin Provinsi dari Stasiun Kasumigaseki, mempersembahkan bunga.

Shizue Takahashi (74) memberikan bunga ke pelataran upacara peringatan ke-26 gas sarin di stasiun bawah tanah Kasumigaseki, Sabtu (26/3/2021). (Foto Kyodo)

Shizue mengunjungi dan memberikan persembahan bunga pada pukul 10 pagi.

“Saya semakin tua dan saya kehabisan energi, jadi saya meminta (almarhum Kazumasa) untuk mendukung hati saya,” pintanya.

Dalam serangkaian kasus oleh Aleph, mantan kepala perwakilan Chizuo (Shoko) Matsumoto (63), dijatuhi hukuman mati bersama 13 orang, dan dieksekusi pada Juli 2018.

Tribunnews.com saat itu nyaris menjadi korban dan sempat menghindar lari ke atas dari stasiun bawah tanah Kasumigaseki yang ruangan bawah tanah mulai dipenuhi tebaran gas Sarin yang menghantam sekitar 6.000 pagi itu.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan digunakan sebagai tempat belanja para WNI dan orang Jepang yang ada di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Berita lainnya seputar Jepang



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan