Petinggi KAMI Akan Deklarasi Pembentukan Partai Masyumi | Tribun

  • Whatsapp

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

Tribun.website, JAKARTA – Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani menyebut dirinya dan beberapa tokoh akan mendeklarasikan pembentukan Partai Masyumi. 

Direncanakan, Partai Masyumi dideklarasikan di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/11/2020).

“Iya akan deklarasi Partai Masyumi reborn (lahir kembali),” ucap Yani saat dihubungi Tribun, Jakarta, Jumat (6/11/2020) malam. 

Baca juga: Deklarator KAMI Minta Gatot Nurmantyo Tak Terima Bintang Mahaputera dari Presiden Jokowi

Menurutnya, membangkitkan Partai Masyumi tidak ada hubungannya dengan KAMI, karena rencana ini sudah jauh dibicarakan pada satu atau dua tahun lalu.

“Tidak ada urusannya dengan KAMI, ini dulu tokoh ulama-ulama mencoba mempertimbangkan untuk berbagai opsi. Pertama, apakah memungkinkan untuk membesarkan dan bergabung dengan partai yang sudah ada,” ujar Yani. 

“Opsi kedua, mendirikan partai baru. Kesimpulannya harus bentuk partai baru, partainya apa? Kita kenal sepak juang Masyumi cukup bagus di mata umat, maka kami coba mengambil sejarah, pelajaran atau contoh dari Masyumi,” sambung Yani.

Baca juga: Deklarator KAMI Sebut Jokowi Berusaha Jinakan Gatot Nurmantyo dengan Bintang Mahaputera

Setelah memutuskan untuk membangkitkan kembali Partai Masyumi, kata Yani, tokoh-tokoh melakukan silahturahmi dengan anak dan cucu dari tokoh Masyumi terdahulu. 

Setelah itu, membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Partai Islam Ideologis (BPU-PPII) dan dilanjutkan membuat Panitia Persiapan Pembentukan Partai Islam Ideologis (P411). 

“Itu kami bekerja sudah lama, bahkan sudah sampai seluruh Indonesia, hingga Kecamatan dan sebagainya. Kalaupun ada tokoh KAMI yang bergabung, itu soal lain,” kata Yani. 

Adapun tokoh yang bergabung dalam Partai Masyumi, Yani menyebut ada Budayawan Ridwan Saidi, Kiai Abdul Rosyid Syafei, mantan Menteri Kehutahan MS Kaban. 

“Lalu Abdullah Hehamahua (mantan penasihat KPK), Fuad Amasari (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia/ICMI), dan tokoh-tokoh lainnya,” tutur Yani. 



Sumber Berita

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *