Minggu, Agustus 1, 2021
Internasional

Pinjaman Gelap China untuk Negara Berkembang Dianggap Semakin Mengkhawatirkan | Tribun

Pinjaman Gelap China untuk Negara Berkembang Dianggap Semakin Mengkhawatirkan

Tribun.website, BEIJING –  China adalah kreditur terbesar bagi negara berkembang.

Dalam meminjamkan uang, Beijing menetapkan kondisi khusus yang membuka peluang campur tangan terhadap kebijakan keuangan dan luar negeri di negara yang bersangkutan.

Kesimpulan itu dirilis oleh Institute for the World Economi (IfW) di Kiel, Jerman, pada pertengahan pekan ini. Penelitian itu menganalisis sekitar 100 perjanjian utang yang dibuat China dengan 24 negara.

Studi ini adalah analisis sistematis pertama terhadap praktik pemberian kredit luar negeri bersyarat oleh China.

Kontrak perjanjian biasanya “menggunakan desain kreatif untuk mengelola risiko kredit dan menembus hambatan hukum,” tulis IfW, yang menilai China sebagai “kreditur yang berotot dan komersial di dunia berkembang.”

Baca juga: Erick Thohir Pastikan Tidak Ada Halangan Bagi China Berinvestasi di Indonesia

Kebanyakan arus kredit dikucurkan untuk membiayai proyek infrastruktur, yang terhubung dengan jaringan Belt and Road Iniative, sebuah proyek infrastruktur raksasa yang menghubungkan China dengan 60 negara di dunia.

Sumpah kerahasiaan

Dalam perjanjian kredit, bank-bank China menggunakan persyaratan yang “melebihi batas komersial,” tulis para peneliti.

“Syarat-syarat itu bisa menggandakan pengaruh kreditur terhadap kebijakan ekonomi dan luar negeri debitur.”

Lebih dari 90 persen perjanjian utang China mencantumkan klausul yang mengizinkan kreditur membatalkan kontrak dan menuntut pelunasan utang,



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan