PM Jepang Akan Fokuskan Promosi Lewat Media Sosial bagi Anak Muda | Tribun

oleh -0 views
Setengah Tahun Pemerintahan PM Yoshihide Suga dan Rebound Covid-19 di Jepang

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

Tribun.website, TOKYO –  PM Jepang Yoshihide Suga menginginkan lebih banyak lagi promosi media sosial khususnya menargetkan kalangan muda di Jepang untuk sosialisasi mengenai pandemi Corona dan vaksinasi.

“Kami akui memang selama ini kurang promosi lebih lanjut kepada kalangan anak muda lewat media sosial. Mulai sekarang akan dilipatgandakan promosi lebih banyak lagi ke kalangan anak muda lewat media sosial mengenai pandemi corona dan vaksinasi khususnya,” papar PM Suga malam ini (28/3/2021).

Pemerintah Jepang juga telah memutuskan untuk mencabut keadaan darurat yang dikeluarkan di salah satu dari tiga prefektur dan di wilayah metropolitan Tokyo pada tanggal 21 Maret nanti.

“Kami baru saja mengadakan rapat di Markas Besar Penanggulangan Corona dan memutuskan untuk mencabut keadaan darurat prefektur Saitama, Chiba, Tokyo, dan Kanagawa pada tanggal 21 Maret. Tindakan tepat yang berpusat menekankan jumlah infeksi corona dan telah berlangsung dengan sukses,” tambahnya.

Baca juga: WNI Overstay di Jepang Berharap Dapat Divaksinasi Covid-19 di Negeri Sakura

Jumlah orang yang terinfeksi di 1 wilayah metropolitan dan 3 prefektur telah menurun lebih dari 80% dari 4.277 pada 7 Januari menjadi 725 kemarin.

Di Tokyo, menurun dari 2.520 menjadi 323 hari ini, yang merupakan pedoman untuk pembatalan. Target di bawah 500 per orang selama 40 hari berturut-turut telah tercapai, tambahnya.

Selain itu, “Bahkan di prefektur Chiba, di mana tempat tidur pasien tetap ketat, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit menurun dari hari ke hari, turun di bawah standar penggunaan ranjang 50%, yaitu kurang dari 40%.

Namun, saya dapat mengatakan bahwa saya akan menilai dengan cermat kondisi ranjang sakit dan membuat keputusan, tetapi saya secara konsisten memenuhi kriteria yang saya gunakan sebagai panduan, dan hari ini saya memutuskan untuk membatalkan deklarasi darurat.

“Meskipun demikian PM Suga meminta masyarakat melanjutkan dengan tindakan pencegahan dasar seperti menutupi, mencuci tangan, dan menghindari hal-hal seperti berdesakan, suara keras dan tetap menahan diri ke luar rumah.

“Tidak hanya permintaan kepada semua orang yang telah datang ke Jepang, tetapi juga kerjasama dengan pemerintah daerah dan kerjasama antar kantor pemerintah, saya akan koordinasi secara komprehensif dan mengambil langkah-langkah efektif. Saya ingin meminta semua untuk berbagi langkah-langkah pencegahan dasar, seperti masker, mencuci tangan, dan menghindari yang telah kita pelajari dari pengalaman selama ini, bersama seluruh anggota masyarakat dan melanjutkannya.”

PM Suga juga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua yang terlibat dalam perawatan medis dan perawatan jangka panjang atas upaya mereka dan kerja sama masyarakat dan bisnis.

“Tindakan menyeluruh yang berfokus pada situasi berisiko tinggi seperti makan dan minum serta acara tahunan diharapkan bisa diperhatikan serius, menahan diri.

Pemerintah akan memperkuat penyebaran informasi dan menyampaikan dengan cara yang mudah dipahami apa yang diperlukan untuk mencegah infeksi. Pada saat yang sama, prasangka dan prasangka serta diskriminasi dapat dijauhkan lebih lanjut.”

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan digunakan sebagai tempat belanja para WNI dan orang Jepang yang ada di Jepang . Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com



Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *