Minggu, Agustus 1, 2021
Daerah

Puasa Akan Sia-sia Jika Melakukan Rafats, Apa Itu Rafats? | Tribun

Puasa Akan Sia-sia Jika Melakukan Rafats, Apa Itu Rafats?

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Seyogyanya berpuasa tidaklah hanya menahan lapar dan haus, namun juga perkataan yang kurang baik.

Begitulah hal yang disampaikan Pimpinan Yayasan Darul Ihsan Kota Pontianak, Ustaz Nasrulloh, Lc.

“Hindarilah rafats, ketika saat berpuasa. Ini tercantum dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya, puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja, tetapi puasa dengan menahan diri dari perkataan lahwun dan rafats. Apabila ada seseorang yang mencelamu, atau berbuat usil kepadamu, katakanlah kepadanya aku sedang berpuasa,” katanya, Kamis 15 April 2021.

Hadits ini, kata Ustaz Nasrulloh diriwayatkan Ibnu Majah dan Imam Hakim Syekh Albani yakni dalam Al Targhib Wa Tarhib nomor 1082 dan menyatakan hadist ini adalah sahih.

Lahwun adalah perkataan yang sia-sia atau semisalnya yang tidak berfaedah.

Makna Rafats juga disebutkan dalam kitab Fathul Bari jilid kelima yaitu halaman 157, Ibnu Hajar mengatakan yang artinya istilah rafats digunakan dalam pengertian kiasan untuk hubungan badan dan semua perkataan yang keji.

Maka Imam Al Ashari mengatakan makna rafats, istilah rafats adalah istilah setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita, atau dengan kata lain rafats adalah kata-kata porno, maka itulah yang membuat amalan seseorang menjadi sia-sia.

Baca juga: Berapa Jumlah Salat Tarawih Yang Diterima Allah SWT? Begini Penjelasannya

“Betapa banyak orang yang masih melakukan seperti ini begitu mudahnya mengeluarkan kata-kata kotor, dusta, sia-sia, menggunjing orang lain, dan melakukan berbagai macam maksiat, ingatlah bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga saja, namun hendaknya seseorang yang berpuasa menjauhi tindakan yang haram,” tuturnya.

Lanjut kata Ustaz Nasrulloh, ada satu diantara petuah yang sangat bagus dari Ibnu Rajab Al Hambali, beliau mengatakan ketahuilah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan meninggalkan berbagai syahwat yang sebenarnya mubah ketika diluar puasa seperti makan, atau hubungan badan dengan istri, tidak akan sempurna hingga seseorang mendekatkan diri dengan Allah Subhanahu Wata’ala, dengan meninggalkan perkara dusta, perbuatan dzolim, permusuhan antara manusia dalam masalah darah, harta, kehormatan.

Begitu juga, lanjutnya, Jabir bin Abdillah menyampaikan petuah, seandainya kamu berpuasa hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu, lisanmu, ikut berpuasa dari dusta, dan hal-hal yang haram, serta janganlah kamu menyakiti tetangga, bersikap tenang dan berwibawalah kamu dihari puasamu, janganlah jadikan puasamu dari hari tidak berpuasamu, sama saja.





Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan