Saling Tuding Amerika Serikat Vs China di KTT Anchorage | Tribun

oleh -2 views
Pembicaraan sengit di KTT Anchorage itu melibatkan Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken dan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan. Sedangkan dari pihak Beijing ada pejabat kebijakan luar negeri senior China, Yang Jiechi dan Menteri Luar Negeri Wang Yi.


Tribun.website, ALASKA – Perwakilan Amerika Serikat (AS) dan China saling menyindir dalam pertemuan antar dua negara di Anchorage, Alaska.

Dilansir BBC, pejabat China menuduh AS menghasut negara lain untuk menyerang mereka. 

Di sisi lain, AS mengatakan China “datang dengan sikap yang sombong”.

Hubungan antara dua negara adidaya ini mengalami ketegangan selama bertahun-tahun.

Pembicaraan sengit di KTT Anchorage itu melibatkan Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken, dan penasihat keamanan nasional, Jake Sullivan.

Sedangkan dari pihak Beijing, ada pejabat kebijakan luar negeri senior China, Yang Jiechi, dan Menteri Luar Negeri, Wang Yi.

Baca juga: Informasi Pribadi LINE Jepang Dapat Diakses oleh Kontraktor China

Baca juga: Trump Desak Warga Amerika Dapatkan Vaksinasi Covid-19: Saya akan Merekomendasikannya

Pembicaraan sengit di KTT Anchorage itu melibatkan Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken dan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan. Sedangkan dari pihak Beijing ada pejabat kebijakan luar negeri senior China, Yang Jiechi dan Menteri Luar Negeri Wang Yi. (CNA Youtube)

Blinken membuka pembicaraan secara blak-blakan dengan mengatakan: “(AS) akan membahas keprihatinan kami terhadap tindakan China, termasuk di Xinjiang, Hong Kong, Taiwan, serangan cyber ke AS, dan pemaksaan ekonomi kepada sekutu kami.”

“Setiap tindakan ini mengancam tatanan berbasis aturan yang menjaga stabilitas global,” lanjutnya.

Sebagai tanggapan, Yang menuduh Washington menggunakan kekuatan militer dan supremasi keuangan untuk menekan negara lain.

“Itu menyalahgunakan apa yang disebut gagasan keamanan nasional untuk menghalangi pertukaran perdagangan normal, dan menghasut beberapa negara untuk menyerang China,” kata Yang.



Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *