Internasional

Situasi Berbahaya Jika Donald Trump Deklarasikan Kemenangan Pilpres Amerika Sebelum Suara Dihitung | Tribun

Pakar: Siapapun Pemenang Pemilu AS Tidak Akan Berpengaruh ke Indonesia

Tribun.website, WASHINGTON DC – Situasi di Amerika Serikat bisa memanas bila calon presiden petahana, Donald Trump, mendeklarasikan diri sebagai pemenang, sebelum semua suara pemilih dihitung.

Melansir The Guardian, Sabtu (31/10/2020), skenario bencana terburuk pemilu AS dapat terjadi, dengan kasus kehilangan suara, pemberontakan bersenjata, dan potensi krisis lainnya di ribuan yurisdiksi lokal pada 3 November.

Namun, dapat lebih buruk lagi dengan Trump memimpin jumlah suara pemilihan dan mendeklarasikan kemenangannya sebelum semua suara dihitung, pada Selasa malam (3/11/2020).

Baca juga: Warga Amerika Serikat di Philadelphia Rela Antre Gunakan Hak Pilih Meski Udara Dingin

Para analis menganggap hal itu adalah bahaya yang paling masuk akal terjadi dan tanda-tanda ocehan Trump itu kataya sudah dimulai.

Namun, menurut mereka disinformasi itu dapat dihindari dengan meningkatkan kesadaran publik tentang kebenaran penghitungan suara pemilu.

Skenario terburuk itu disebut juga sebagai “fatamorgana merah”.

“Fatamorgana merah dikenal seperti penjahat super dan itu sama bahayanya,” kata Mantan Menteri Perumahan dan Pengembangan Kota Amerika Serikat era pemerintahan Barack Obama, Julian Castro, dalam sebuah video yang direkam sebagai pengumuman layanan publik kepada para pemilih pekan ini.

“Pada malam pemilihan, ada kemungkinan nyata bahwa data akan menunjukkan Partai Republik memimpin lebih awal, sebelum semua suara dihitung. Kemudian mereka dapat berpura-pura sedang terjadi sesuatu yang jahat saat jumlah (suara) berubah mendukung Demokrat,” ujar Castro.

Baca juga: Pilpres Amerika Serikat 2020: Ini 9 Negara Bagian yang Paling Dinantikan Hasil Perhitungannya

Dalam skenario tersebut, deklarasi kemenangan Trump digaungkan di jaringan TV konservatif, Fox News, dan oleh Partai Republik yang kuat di seluruh AS.

Beberapa hari kemudian, pada saat hasil akhir menunjukkan bahwa sebenarnya Joe Biden yang telah memenangkan kursi kepresidenan, hasil pemilu yang sebenarnya telah terseret ke dalam pusaran disinformasi dan kekacauan.

Bagi beberapa pejabat, skenario itu terlalu realistis untuk diungkapkan dengan kata-kata.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan