Tiga Tersangka Pengibaran Bendera RMS Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup | Tribun

  • Whatsapp



Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

Tribun.website, AMBON – Polisi menetapkan tiga tersangka kasus pengibar bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di Desa Ulath, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah pada Sabtu (15/5/2021).

ketiganya masing-masing berinisial AP (32), ML (43) dan FP.

“Satu pelaku berinisial FP merupakan pemain lama atau residivis, sedangkan dua rekannya berinisial AP dan ML merupakan pelaku baru,” kata Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan PP Lease Ipda I Leatemia di Ambon, Minggu (16/5/2021).

Dia melanjutkan, mereka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polresta Pulau Ambon dan PP Lease.

“Mereka saat ini sudah berstatus sebagai tersangka dan telah ditahan di Rutan Polresta Pulau Ambon dan PP Lease,” tuturnya.

Ketiganya dijerat dengan Pasal 106 KUHPidana dan atau pasal 110 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

“Ketiga pelaku pengibaran bendera tersebut akan dikenakan ancaman hukuman penjara seumur hidup,” kata Ipda Izaac Leatemia.

Seperti diketahui, mereka mengibarkan bendera tepat perayaan hari perjuangan Pahlawan Kapitan Pattimura ke-204 tahun.

Bhabinkamtibmas Negeri Ulath melaporkan, bendera itu dua kali dikibarkan di depan rumah warga, dalam waktu berbeda.





Sumber Berita

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *