Selasa, Agustus 3, 2021
Internasional

Transfer Teknologi Peralatan Militer Jepang Hanya Bisa Terjadi Atas Keputusan JC | Tribun

Transfer Teknologi Peralatan Militer Jepang Hanya Bisa Terjadi Atas Keputusan JC

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

Tribun.website, TOKYO – Perjanjian kesepakatan transfer peralatan militer Jepang ke Indonesia telah dilakukan, Selasa (30/3/2021) di Tokyo antara Menteri Pertahanan Jepang dan Menteri Pertahanan Indonesia disaksikan menteri luar negeri dari kedua negara.

Namun semudah itukah transfer teknologi Jepang ke Indonesia?

Menurut Kontrak Perjanjian yang diperoleh Tribunnews.com, pasal II ayat 1 jelas-jelas menuliskan keputusan berada di Komisi bersama atau Joint Committee (JC) yang diputuskan masing-masing negara personelnya, lalu masuk ke dalam JC.

Lalu siapa saja personel JC tersebut?

Dari pihak Jepang adalah staf Kementerian Pertahanan, staf Kementerian Luar Negeri, dan Staf Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri (METI).

Sedangkan dari Indonesia adalah staf Kementerian Pertahanan, staf Kementerian Luar Negeri dan staf kementerian yang ditentukan oleh kementerian pemerintah Indonesia yang terkait dengan masalah pertahanan.

Ini artinya jika pihak Jepang 3 orang dari setiap kementerian tersebut, pihak Indonesia juga harus 3 orang dan jumlahnya menjadi 6 orang bergabung ke dalam JC tersebut yang menjadi kunci transfer atau tidaknya teknologi militer dari Jepang.

Setelah itu dikomunikasikan dengan berbagai seksi di dalam negeri masing-masing (Pasal II ayat 3).

Berdasarkan informasi yang telah dikomunikasikan di dalam negeri, barulah JC mulai memutuskan untuk melakukan transfer tidaknya teknologi peralatan pertahanan Jepang ke Indonesia (Pasal II ayat 4).



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan