Wakil Presiden Pemerintah Sipil Myanmar Bersumpah Kejar ‘Revolusi’ untuk Gulingkan Junta Militer | Tribun

oleh -3 views
Wakil Presiden Pemerintah Sipil Myanmar Bersumpah Kejar 'Revolusi' untuk Gulingkan Junta Militer

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

Tribun.website, YANGON – Penjabat pemerintahan sipil paralel Myanmar, yang ditunjuk oleh anggota parlemen yang digulingkan setelah kudeta militer 1 Februari, Mahn Win Khaing Than  bersumpah akan mengejar “revolusi” untuk menggulingkan junta militer.

Mahn Win Khaing Than, yang sedang dalam pelarian bersama dengan sebagian besar pejabat senior dari Partai Liga Nasional untuk  Demokrasi (NLD), berpidato di depan publik melalui Facebook.

Seperti diansir Reuters, Minggu (14/3/2021), ia mengatakan, “Ini adalah momen tergelap bangsa dan saat fajar sudah dekat.”

Mahn Win Khaing Than ditunjuk minggu lalu sebagai wakil presiden sementara oleh perwakilan anggota parlemen Myanmar yang digulingkan, Komite Untuk Mewakili Pyidaungsu Hluttaw (CRPH), yang mendorong pengakuan sebagai pemerintah yang sah.

Pemerintahan Sipil Pararl telah mengumumkan niatnya untuk menciptakan demokrasi federal dan para pemimpin telah bertemu perwakilan organisasi etnis bersenjata terbesar Myanmar, yang sudah mengendalikan wilayah yang luas di seluruh negeri. Beberapa telah berjanji dukungan mereka.

“Dalam rangka membentuk demokrasi federal, yang mendapat dukungan dari semua etnis, yang telah menderita berbagai jenis penindasan dari kediktatoran selama beberapa dekade. Revolusi ini adalah kesempatan bagi kita untuk menyatukan upaya kita,” kata Mahn Win Khaing Than.

Baca juga: Lagi, 12 Orang Tewas Saat Polisi Tembaki Demonstran Anti-Kudeta di Myanmar

Pidatonya disambut ribuan komentar yang menyetujui dari banyak orang yang mengikutinya di Facebook.

“Pertahankan Pak Presiden! Anda adalah harapan kami. Kami semua bersamamu,” tulis salah satu pengguna, Ko Shan.

Junta militer, yang tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar pada hari Sabtu, telah menyatakan CRPH ilegal dan mengatakan siapa pun yang terlibat di dalamnya  dapat didakwa dengan pasal pengkhianatan, yang sanksinya hukuman mati.



Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *