Minggu, Agustus 1, 2021
Regional

Walhi NTT Minta Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat | Tribun



Tribun.website, KUPANG – Cuaca buruk berupa hujan deras, angin kencang serta gelombang tinggi sudah lima hari ini berlangsung dan melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika sudah memberi peringatan dini pada Sabtu, 3 April 2021 kemarin.

Dalam temuan lapangan Wali NTT, bencana akibat fenomena La Nina ini meluas di seluruh Pulau di NTT.

Dampaknya pun signifikan, puluhan orang dilaporkan meninggal dunia, ribuan orang mengungsi, ribuan rumah terendam banjir dan terkena longsor.

Hal ini ditambahkan dengan fasilitas publik yang luluh lantah, seperti jembatan dan bendungan. Walhi NTT memperkirakan sementara nilai kerusakan mencapai triliunan rupiah.

Melihat Eskalasi bencana meluas dan daya rusak yang ada, seperti, cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum serta pemerintahan, dan kemampuan sumber daya alam maupun buatan.

Dalam keterangan persnya Minggu 4 April 2021, Walhi NTT meminta Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk segera menetapkan status darurat bencana daerah sebagaimana mandat UU no 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

Baca juga: 27 Warga Masih Hilang Akibat Banjir Bandang di Flores Timur

Direktur Eksekutif Walhi NTT Umbu Wulang T Paranggi menegaskan, hal ini penting karena menjadi landasan untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah mempunyai kemudahan akses yang meliputi, pengerahan sumber daya manusia, pengerahan peralatan, pengerahan logistik, imigrasi, cukai, dan karantina, perizinan, pengadaan barang/jasa, pengelolaan dan pertanggungjawaban uang dan/atau barang, penyelamatan, dan komando untuk memerintahkan sektor/lembaga.

Baca juga: Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Flores Timur: 44 Orang Meninggal, 7 Lainnya Hilang

“Kalau penetapan status darurat bencana tidak dilakukan sulit bagi BPBD untuk bekerja maksimal terutama dari segi kebijakan penanggulangan bencana, status Darurat bencana penting untuk mempermudah layanan cepat buat rakyat,” ujar Umbu Wulang.

Saat ini yang harus diprioritaskan adalah pencarian dan penyelamatan korban, pertolongan darurat dan evakuasi korban ke tempat yang aman.

Selain itu sebagaimana mandate UU, Pemenuhan kebutuhan dasar harus juga prioritas seperti, bantuan penyediaan kebutuhan air bersih dan sanitasi, pangan, sandang, pelayanan Kesehatan, pelayanan psikososial, penampungan dan tempat hunian.

Menindaklanjuti peringatan dari BMKG bahwa fenomena La Nina akan berlangsung hingga akhir April bahkan hingga Mei, WALHI NTT meminta Pemprov segera melakukan konsolidasi Bersama semua kabupaten kota di NTT untuk penguranagan dan penanggulangan resiko bencana akibat La Nina di NTT.

“Sebaiknya, lebih cepat lebih baik, mengingat laporan yang diterima WALHI NTT dari kampung kampung masih banyak warga yang belum memperoleh pertolongan, baik itu evakuasi, penganan medis hingga kebingungan untuk mencari tempat mengungsi,” pungkasnya. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Update Bencana alam di NTT

Artikel ini tayang di pos-kupang.com dengan judul NTT Dikepung Bencana Hidrometereologi, WALHI NTT: Gubernur Harus Tetapkan Status Darurat Bencana





Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan