Minggu, Agustus 1, 2021
Internasional

Wanita Tanpa Pakaian Lengkap Ganggu Pemakaman Pangeran Philip, Teriakkan Selamatkan Planet | Tribun

Peti mati Pangeran Philip dari Inggris, Duke of Edinburgh diletakkan di atas Land Rover Defender yang dimodifikasi menjelang prosesi pemakaman seremonial ke Kapel St George di Kastil Windsor di Windsor, barat London, pada 17 April 2021.


Tribun.website – Seorang wanita topless ditahan oleh pihak berwenang setelah mengganggu kelancaran prosesi pemakaman Pangeran Philip.

Pada hari Sabtu (17/4/2021), pemakaman Duke of Edinburgh digelar di Kapel St George, Kastil Windsor dan disiarkan televisi.

Pangeran Philip meninggal pada 9 April pada usia 99.

Menurut James Hockaday dari Metro, seorang wanita tak dikenal menyebabkan keributan di luar Kastil Windsor.

Wanita itu berlari di depan kerumunan setelah para pelayat mengheningkan cipta selama satu menit.

Baca juga: Kalung yang Dipakai Kate Middleton Saat Pemakaman Pangeran Philip Pernah Juga Dipakai Lady Diana

Baca juga: Harry dan William Beri Penghormatan Terpisah atas Meninggalnya Sang Kakek, Pangeran Philip

Peti mati Pangeran Philip dari Inggris, Duke of Edinburgh diletakkan di atas Land Rover Defender yang dimodifikasi menjelang prosesi pemakaman seremonial ke Kapel St George di Kastil Windsor di Windsor, barat London, pada 17 April 2021. (Adrian DENNIS / POOL / AFP)

Wanita itu berlari di jalan sambil berteriak “selamatkan planet ini” tak lama setelah kerumunan mulai bertepuk tangan, Metro melaporkan.

Ia juga melompat ke patung Ratu Victoria tetapi ditangkap oleh pihak berwenang, menurut Metro.

Foto-foto menunjukkan pihak berwenang mengawal wanita bertelanjang dada itu keluar dari jalan raya sementara orang-orang melihat.

Selama prosesi pemakaman, anggota masyarakat Inggris berbaris di luar Kastil Windsor untuk memberi penghormatan kepada Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II yang juga merupakan pasangan ratu/raja Inggris terlama.

Penduduk setempat telah diminta untuk tidak menghadiri pemakaman karena pandemi COVID-19 Inggris, tetapi kerumunan tetap saja berkumpul.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan