Senin, September 20, 2021
Internasional

WNI Overstay di Jepang Berharap Dapat Divaksinasi Covid-19 di Negeri Sakura | Tribun

WNI Overstay di Jepang Berharap Dapat Divaksinasi Covid-19 di Negeri Sakura

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

Tribun.website, TOKYO – Sejumlah WNI ilegal (overstay) yang ada di Jepang kini tengah berupaya mengajukan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Jepang lewat pemerintah daerah masing-masing.

“Saya belum terdaftar sebagai penduduk usia 30-an. Bekerja di kebun (ladang, pertanian) dan ada pula teman di Genba (lokasi pembongkaran gedung) dan dapatkan gaji harian antara 6.500-8.000 yen,” ungkap seorang WNI overstay, sebut saja bernama Ali, kepada Tribunnews.com, Kamis (18/3/2021).

Menurut Biro Imigrasi Jepang, jumlah WNA ilegal (overstay) per 1 Juli 2020 sebanyak 82.616 orang.

Berdasarkan status tempat tinggal, warga asing ilegal jangka pendek (misalnya visa turis) adalah 61,8 persen dan ilegal dari visa pelatihan praktik kerja (magang) adalah 15,1 persen.

Di Kota Oarai, Prefektur Ibaraki, dari umlah penduduk sekitar 16.000, sekitar 400 orang adalah WNI yang terdaftar resmi sebagai penduduk.

Ada banyak umat Christian keturunan Jepang dari Manado, Sulawesi Utara.

Merangkum kisah para pengasuh masyarakat Indonesia, ada sekitar 200 rekan senegaranya yang overstay tinggal di sana.

Baca juga: KSP: Implementasi Kebijakan Satu Data Demi Perlidungan WNI di Luar Negeri

Baca juga: Satu-satunya Poster Asli Film Perang Merry Christmas Mr Lawrence di Jepang Hilang Dicuri

Sebanyak 6 WNI ilegal mengungkapkan bahwa mereka memasuki Jepang menggunakan sistem pembebasan visa (turis) pakai e-passport sebelum penyebaran infeksi Covid-19 dan tetap tinggal di Jepang bahkan setelah batas waktu tinggal 15 hari.

“Saya bekerja di Jepang untuk mendapatkan uang untuk pendidikan anak-anak saya,” katanya.



Sumber Berita

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan